6 Feb 2017

Winter di Korea

brosur

Alhamdulillah bucket list ini akhirnya kesampaian juga, cita-cita dari kuliah. Berangkat berdua, tanpa guide dan ikut tur, cuman berbekal list-list tempat yang mau didatengin, Won seadanya, dan bahasa seadanya. Sepuluh hari disana, banyak kesel, sedih, capeknya tapi lebih banyak bahagia sama dinginnya (ya iyaalahhh lagi winter).


Thank you Abieeee-shi, partner jalan setia dari ke Bali, KL, Malaka, Lembang, Garut, Kopo :p si penerjemah Korea-Sunda  kesayangan yang berguna banget buat nawar-nawar Ahjumma, ngerayu Dongsaeng atau nanya jalan sama harabuchi dan supir, sabar nuntun saya di ketinggian, pms dan akhirnya samaan kaki kita bengkak. Kemana lagi kita selanjutnyaaaaaa.....

Nunggu Pesawat di Soeta

Thank you juga buat Boss di kantor yang udah ngasih cuti 6 (enam) hari plus ngasih bekel 350.000 Won (Mau tau berapa rupiah? Kali aja 12 :p) budi baikmu tak akan pernah aku lupakan HAHAHAHA Siapa juga yang ngga seneng ketika boss tiba-tiba datang ke meja, buka dompet, dan ngeluarin won  buat dikasih. Terharuuu....

Kia Travel Bandung yang bantu ngurusin visa, Pramugari Garuda, semua Hostel yang kita tinggalin, Beth, Mr.Kim, Sony or Sunny, orang-orang yang banyak bantu kita di jalanan Sheh, Abby, Hinan, harabuchi, supir, pokoknya semuanya terima kasih banyakkkkkkkkkkkkk.......

Nampak jadi ucapan terima kasih di novel :p

10 (Sepuluh) hari di Korea masiih kerasa kurang buat kita, ya iya lah Korea gede banget. Semoga masih bisa kesana lagi ya. Sokco, Busan, Jeju dan Seoul sekaligus, gimana pulang kaki nggak bengkak kan. 

Insya allah, dari persiapan visa, perlengkapan dan kemana aja disana, bakal di share. Doakann saya Istiqamah kakaks...........





Kamsahamida
With Love



-Andyn yang belum bisa move on dari Korea-




2016

HAHAHAHAHA

Sudah diduga, ini blog sepi banget di 2016. Padahal alhamdulillah rencana di tulis mah banyak. Dari Liburan ke Kuala Lumpur dan Malaka, Road show (gayaaaaaanyaaa....) ke Medan, Lhokseumawe dan Banda Aceh, masuk rumah sakit untuk pertama kalinya dan operasi pula, Ikut Kelas Inspirasi di Cianjur dan Wonogiri dan masihhhh banyakkk lagiiii...

Ya kalau masih inget, insya allah ditulis, kalau ngga inget ya sutralah yaa.... hihihihi

Intinya alhamdulillah banget udah dikasih kesempatan sama Allah melalui tahun 2016 yang penuh Up and Down tapi akhirnya mengantarkan saya ke tempat yang lebih baik.

Semoga Allah masih memberi saya kesempatan untuk menjalani tahun 2017 dan membuat saya menjadi priadi yang lebih baik. Aminnnnnnn



Fighting Andyn :)

26 Sep 2016

Dear Dad...

Murid-Kelas-Tiga-Move-On

Kisah nyata obrolan anak laki-laki kelas tiga sekolah dasar dan mamanya..

Arka : "Mih, ternyata apa yang Mami omongin sama Arka itu bener Mih.."
Mami  "Yang mana?"
Arka : "Ternyata Andra itu nggak suka sama Arka, sukanya sama Ridha. Soalnya waktu Ibu guru nyuruh bikin surat dia ngirimnya ke Ridha.."
Mami : "Tuh kan kata Mami juga, belajar yang bener, masih kecil jangan suka-sukaan.."
Arka : "Tapi kata teman-teman Arka, Arka harus move on, Mih. Jadi sekarang udah move on. Mami tau nggak arti move on?"
Mami : sambil geleng-geleng kepala "Nggak. Udah jangan ngomongin Andra aja, ayo kerjain PR..."



anak kecil tau move on.
Anak kecil aja bisa Move On masa kamu nggakkkkk..... :p


#kisahnyataasli
#anaktemenkantor
#namadisamarkan

Thread Of Lies - Cruel Acts Of Bullying


Hyun-sook (Kim Hee-ae) is a widowed single mother who is raising two teenage daughters while working at a big grocery store. One day, her youngest child, 14-year-old Cheon-ji (Kim Hyang-gi) suddenly commits suicide by hanging without even leaving anote. To Hyun-sook and her older daughter Man-ji (Go Ah-sung), Cheon-ji was the sweet child of the family who rarely complained and studied hard, while always trying to comfort her hardworking, often-weary mother. Struggling with guilt and anger, and not knowing why Cheon-ji chose to kill herself, the two women wonder whether there was something they missed or something they could have said or done. Flashbacks of Cheon-ji's past show that she had been the victim of cruel acts of bullying at her middle school, led by Hwa-yeon (Kim Yoo-jung), the prettiest and most popular girl in class whose true callous and manipulative nature hides a tortured soul  sumber


Cirambay, abis nonton ini. Sebagai korban dari cruel acts of bullying waktu SMP dan pernah turun kasta jadi sangat rendah sebagai pelaku bullying, ini ngena banget. 

"Bercanda doang..."
"Main-main aja.."
"Iseng.."

Cuman nyenengin kita dan salah satu pihak ada yang tersakiti itu namanya bukan bercanda tapi penganiayaan.  Dan nggak ada istilah "doang" dari penganiayaan karena after effect nya banyak banget.

Reminder buat diri sendiri aja sih, orang punya masalah masing-masing dan jatah bahagianya sendiri mari kita saling menjaga dengan tidak menambah jatah masalah dan mengurangi jatah bahagia orang lain.


I hope you're well and happy..
It was nothing after a while, isn't it?